Pemilihan Presiden 2009 sudah di ambang pintu. Semua yang berkepentingan sudah geared ke arah 2009. Dan pekerjaan lain, termasuk mengurus rakyat, harus menunggu. Selain itu, di mana-mana sedang berlangsung pilkada. Pada masa lalu, rakyat sering salah pilih. Ini amat merisaukan.
Kelihatannya lembaga-lembaga tinggi negara tidak lagi peka terhadap penderitaan rakyat. Jumlah pengangguran semakin membengkak, harga barang-barang pokok untuk kehidupan sehari-hari sudah melambung dan mencekik, ditambah lagi biaya pendidikan bagi anak-anak mereka, biaya pemeliharaan kesehatan dan harga obat-obatan.
DPR bukan lagi wakil rakyat. Mereka adalah wakil partai, sedangkan kehidupan kepartaian di Indonesia secara total sudah membusuk.
Bahwa para pejabat bekerja, itu tidak diragukan. Setiap hari rapat, bahkan banyak yang merasa mereka hanya diharuskan rapat saja dan tidak ada lagi waktu untuk melakukan tugas yang diperintahkan.
Meski demikian, sense of urgency dan sense of emergency tidak kunjung tampak. Pulang dari luar negeri justru ngurusin album dan nonton film Ayat-Ayat Cinta, sementara banyak bagian di Tanah Air terendam banjir. Di Jawa Timur, banjir melanda sebagian besar provinsi itu selama beberapa bulan.
Belum lagi masalah korban Lapindo tak kunjung usai. Demonstrasi demi demonstrasi digelar. Namun, baik para pejabat tinggi maupun tertinggi seakan-akan tidak ambil pusing. Penderitaan rakyat dianggap biasa.
Sesudah Perang Dunia II, di China juga amat jelek. Negeri itu dilanda korupsi besar-besaran. Para pejabat kehilangan kepekaan. Mereka menikmati eforia seusai perang, dengan China sebagai salah satu pemenang perang, sejajar dengan Amerika Serikat, Rusia, Inggris, dan Perancis.
Banjir demi banjir melanda negeri China, diikuti bencana kelaparan. Di China juga sudah terjadi pembusukan menyeluruh. Kaum Komunis bangkit dan tumbuh subur di bawah pimpinan Mao Tze Dong. Wilayah demi wilayah, kota demi kota, mereka rebut. Akhirnya, pemerintah nasionalis Tiongkok terpaksa lari tunggang langgang menyeberang Selat Formosa dan menetap di Pulau Taiwan atau Formosa hingga kini. Seluruh daratan China dikuasai kaum komunis.
Di Kuba, pemerintahan Batista juga mengalami pembusukan secara menyeluruh dari dalam. Rakyat kehilangan kepercayaan. Tampillah Fidel Castro. Wilayah demi wilayah direbut, akhirnya seluruh Kuba jatuh ke tangan pemerintahan komunis di bawah Fidel Castro sejak akhir tahun 1950-an hingga kini. Banyak lagi cerita yang hampir sama, seperti Kaisar Bao Dai di Vietnam yang akhirnya dijatuhkan.
Munculnya pemimpin
Apa yang terlihat? Di negara-negara yang menderita seperti itu muncul para pemimpin karismatik yang benar-benar pemimpin. Di Filipina juga terjadi pembusukan di bawah pemerintahan Ferdinand Macos. Tidak ada pemimpin seperti Mao Tze Dong dan Castro, tetapi muncul People Power yang melahirkan Corazon Aquino.
Di Indonesia, proses pembusukan berjalan dari dalam dan sudah terjadi sejak lama, dimulai dengan korupsi besar-besaran dari pusat hingga daerah.
Para gubernur dan bupati menjadi raja. Merekalah yang menguasai sumber daya alam. Dalam UUD Indonesia memang tertera, sumber daya alam digunakan untuk sebesar besarnya kesejahteraan rakyat (Pasal 33 Ayat 3). Jadi, sumber daya alam itu dikuasai negara. Artinya, oleh daerah, oleh gubernur, dan bupati.
Mengingat produksi industri kini amat rendah, penghasilan negara juga menciut. Satu-satunya cara untuk mendapatkan pemasukan dana yang penting hanyalah pajak. Pajak digenjot habis habisan.
Sebaliknya, di tengah kemiskinan rakyat, apa yang terlihat amat mencolok? Jalan raya penuh sesak dengan mobil mewah. Pada saat-saat tertentu Jakarta dan Bandung macet total oleh mobil pribadi dan motor. Mengapa? Karena transportasi publik tidak ada dan memang tidak disediakan. Di kota-kota besar di negeri orang, termasuk di Amerika Serikat, transportasi publik tersedia. Di Indonesia tidak.
Di Indonesia, pemimpin rakyat seperti Mao Tze Dong, Fidel Castro, dan Ahmadinejad dari Iran memang belum muncul ke permukaan, tetapi ada. Karena itu, kaum intelektual dan masyarakat kampus, para profesional, serta kaum praktisi jangan berhenti menyuarakan nurani rakyat dan menerangi rakyat atas segala kebohongan yang ditebar. Itulah kewajiban kaum intelektual, menyuarakan nurani rakyat dan membangunkan the silent majority, yakni massa rakyat yang masih membisu, masih belum berani berbicara, atau masih enggan berbicara. Sebarkan profil-profil seperti Ahmadinejad yang berani tidur di lantai agar rakyat dapat membuat perbandingan.
Berikan juga penerangan tentang cara memilih pemimpin jika tiba waktunya. Intinya, jangan memilih nama-nama yang sudah usang, mereka yang jelas terbukti gagal pada masa lalu. Arahkan ke nama-nama baru atau ke pribadi- pribadi yang jelas dan terbukti bersih, yang mempunyai prestasi nyata, dengan nama yang belum ternoda. Pilihlah pemimpin yang berani bertindak dan berani bertanggung jawab atas tindakannya. Jauhi orang yang mengaku pemimpin, tetapi saat gagal atau berbuat salah berkata, ”Saya siap mundur jika presiden memerintahkan.” Ini namanya pemimpin tak berprinsip.
Menyuarakan nurani
Harap diketahui, suatu bangsa akan mendapatkan pemimpin yang ”pantas” mereka peroleh. Kaum pencopet akan memilih pencopet yang lebih ”besar” untuk memimpin mereka. Manusia kerdil akan memilih pemimpin yang kerdil. A nation will get a leader it deserves. Ini kata-kata singkat dengan makna luas. Di dunia ini, kata-kata itu terbukti kebenarannya. Bagi kebanyakan orang di Indonesia, maknanya masih perlu dijelaskan.
Karena itu, tugas kaum intelektual dan anggota masyarakat kampus menerangkan hal-hal tersebut. Biasanya masyarakat masih tersilau oleh hal-hal yang mewah dan meriah, apalagi jika ada musik dangdut. Berbagai penerangan mengenai demokrasi dan pemilihan umum atau pilkada masih amat diperlukan.
Di balik semua kegiatan masyarakat itu, harus ada etika yang jelas dan kuat, yang melandasi semua tindakan. Dan, rakyat harus dibuat berani menuntut yang menjadi haknya. Di sinilah tugas dan fungsi kaum intelektual, menyuarakan nurani rakyat.
Satu lagi bukti disharmoni antara peraturan perundang-undangan yang disusun DPR dan Pemerintah.
Di satu sisi, UU Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) tidak memberikan hak kepada orang asing dan badan hukum asing untuk meminta informasi publik di Indonesia. Sebaliknya, UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM) memberi lampu hijau bagi investor –termasuk asing—memperoleh informasi.
Pasal 1 angka 12 UU KIP menegaskan bahwa pemohon informasi hanya warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. Negasinya, warga negara asing dan badan hukum asing tak memiliki hak untuk meminta informasi publik. Institut Studi Arus Informasi (ISAI) menilai aturan semacam ini diskriminatif.
Pengamat akses informasi dari ICEL, Prayekti Murhanjanti juga berpendapat bahwa pembatasan warga negara asing dan badan hukum asing meminta informasi publik punya korelasi dengan investasi. Kebijakan itu berpotensi menghambar iklim investasi karena melanggar prinsip internasional tentang hak setiap individu memperoleh informasi publik. Di sejumlah negara, permintaan informasi publik tidak dilandaskan pada kewarganegaraan peminta.
Pakar hukum investasi Prof. Erman Rajagukguk juga melihat ada yang perlu diperbaharui dalam UU KIP, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan yang menghambat investasi. Ia berpendapat sepanjang informasi itu bukan rahasia negara dan bukan rahasia perusahaan, siapapun boleh meminta informasi tersebut. ”Ini kan era informasi, ada pasal-pasal yang perlu diperbaiki antara lain dengan judicial review,” ujarnya.
Tetapi di negara lain, kata Agus Sudibyo, aturan pembatasan meminta informasi oleh warga negara asing juga dikenal. Soal akses informasi oleh investor asing bisa saja diatur secara khusus dalam perundang-undangan investasi.
Hak investor –termasuk investor asing- untuk mendapatkan informasi memang secara tegas diatur dalam UUPM yang mulai berlaku 26 April lalu. Pasal 14 Undang-Undang ini menyebutkan setiap penanam modal berhak mendapt: informasi yang terbuka mengenai bidang usaha yang dijalankan. Selain hak atas informasi, setiap investor juga berhak mendapatkan kepastian hak, hukum, dan perlindungan; hak pelayanan; dan berbagai bentuk fasilitas kemudahan.
Penyelenggaraan penanaman modal, menurut pasal 3 UUPM, juga mengacu pada asas keterbukaan. Asas ini mengandung arti pengakuan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif dalam penanaman modal. Lantas, apakah pembatasan ruang WNA dan badan hukum asing memohon informasi merupakan sikap diskriminatif?
Suprawoto, Kepala Badan Informasi Publik Depkominfo, juga memastikan bahwa informasi yang dibutuhkan oleh investor pada umumnya bersifat terbuka dan tersedia setiap saat. Tidak ada niat untuk mendiskriminasi investor berdasarkan kewarganegaraannya. Ia tidak yakin pembatasan pemohon dalam UU KIP akan berpengaruh pada tingkat investasi. “Jadi tidak akan menghambat investasi,” ujarnya.
Menurut Suprawoto, pembatasan akses WNA sebagai pemohon informasi publik merupakan bentuk privelese kepada warga negara Indonesia, sekaligus kewajiban negara memberikan pelayanan prioritas kepada warga negaranya. Lagipula, Pemerintah selalu menyediakan informasi yang dibutuhkan investor. Kalaupun ada yang disimpan, itu adalah informasi yang bersifat rahasia, seperti pertahanan dan keamanan.
Tentu saja tak semua informasi harus dibuka kepada investor asing. Selain rahasia negara, rahasia perusahaan juga tidak bersifat terbuka. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan informasi, kata Suprawoto, UU KIP mewajibkan pemohon informasi menyebutkan alasan permintaan atas informasi publik.
Setelah berhasil mengesahkan Undang-Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP), DPR bersama Presiden/pemerintah kini mulai membahas RUU Rahasia Negara (RN).
Berbeda dengan UU KIP (sebelumnya berjudul RUU KMIP dari Kebebasan Memperoleh Informasi Publik) yang merupakan usulan DPR,RUU RN ini merupakan usulan pemerintah.RUU RN malah dapat disebut sebagai reaksi pemerintah terhadap usulan RUU KMIP dulu. Jadi, ketika pemerintah tidak mungkin mengelak lagi untuk merespons usulan DPR,pemerintah lantas mengajukan RUU RN sebagai tandingan RUU KMIP.
Sebagaimana kita ketahui bersama, sesuai dengan UUD 1945 RUU bisa bersumber dari DPR maupun presiden. DPR, demikian kata UUD 1945, adalah pemegang kekuasaan pembentukan undang-undang. Tentu pembentukan tersebut pembahasannya dilakukan bersama presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama di antara keduanya.
Meski DPR pemegang kekuasaan pembentuk undang- undang, tetapi harus diakui pemerintahlah yang paling banyak mengajukan RUU.Fakta ini harus dimaklumi mengingat sumber daya manusia dan infrastruktur ada dan terpusat di pemerintahan, bukannya di DPR.Karena itu, bisa dimengerti jika pemerintahlah yang paling banyak berinisiatif mengajukan RUU.
Saking kuatnya pemerintah, bahkan Paket RUU Bidang Politik sekalipun juga datang dari pemerintah. Bayangkan, betapa aneh dan lucunya, pemerintah mengusulkan RUU Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD,dan DPRD! Bayangkan lagi,apa coba urusannya pemerintah mau mengatur-atur MPR, DPR, dan DPD?
Tentu kalau hal ini ditanyakan kepada pemerintah, mereka akan menjawab bahwa pemerintah hanya ingin membantu DPR saja. Sebab, pemerintah merasa memiliki modal SDM yang banyak (orang-orang pintar terkonsentrasi di pemerintah,kan?),infrastruktur (BPHN juga miliknya pemerintah), dan tentunya anggaran untuk menyusun RUU tersebut.
Sementara DPR,ini fakta,mempunyai banyak sekali kelemahan: SDM, infrastruktur, dan lain-lainnya. Kembali pada RUU RN. Ketika mendapat tekanan DPR dan publik, terutama para aktivis dan LSM yang tergabung dalam Koalisi untuk Kebebasan Informasi,agar pemerintah merespons secara positif RUU KMIP yang diajukan DPR, maka pemerintah segera bereaksi dengan dua strategi: pertama, menyetujui pembahasan RUU KMIP; kedua,secara simultan pemerintah mengirimkan RUU RN.
Betapa canggih dan cepatnya pemerintah mengerjakan rancangan undang- undang terakhir ini. Rupanya pemerintah akan sangat cepat bereaksi kalau kepentingannya akan tersentuh. UU KIP jelas sangat menyentuh kepentingan pemerintah. Sebab, UU ini memang mengharuskan pemerintah selaku eksekutif dan semua badan publik untuk membuka akses informasi publik.
Bahwa hanya pemerintah yang paling bereaksi adalah sangat aneh bin ajaib.Pasalnya, apa yang disebut badan publik yang wajib membuka akses informasi dalam UU KIP ini sejatinya bukan hanya pemerintah atau eksekutif, melainkan juga legislatif, yudikatif, dan semua badan penyelenggara negara yang didanai APBN dan APBD.
Bahkan juga partai politik, ormas, organisasi nonpemerintah yang mendapatkan bantuan APBN/APBD, sumbangan masyarakat,dan bantuan luar negeri.Tapi aneh bin ajaib yang merasa kebakaran jenggot hanya pemerintah atau eksekutif semata. Manifestasi dari kebakaran jenggot tersebut adalah dikirimkannya usulan RUU RH dan RUU Intelijen Negara (IN) dengan amat sangat segera.
Pemerintah bahkan semula meminta agar pembahasan RUU RN dan RUU IN didahulukan daripada pembahasan RUU KIP atau setidaknya bersama-sama dalam satu paket pembahasan. Tentu DPR waktu itu, 2006, menolak RUU yang tiba-tiba tersebut. Pertama, dengan alasan tidak sesuai skala prioritas program legislasi nasional (prolegnas) yang telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR.
Kedua, urgensi dan relevansi konstitusional RUU KMIP/KIP jauh lebih tinggi daripada RUU RN dan RUU IN. KMIP adalah amanat UUD 1945,khususnya Pasal 28F. Pernyataan semacam ini tidak berarti bahwa apa yang disebut dengan rahasia negara itu tidak penting, apalagi tidak diakui. Rahasia negara tetap penting dan harus dilindungi oleh undang-undang.Perlindungan terhadap RN ini sudah diatur di dalam banyak undang-undang.
Dalam KUHP (terutama Bab tentang kejahatan terhadap negara), UU Kesehatan, UU Perbankan, UU Bank Indonesia, dan yang terbaru dalam UU KIP, rahasia negara sudah diatur secara memadai. Dalam UU yang disebut terakhir,yang baru disahkan beberapa waktu lalu, rahasia negara tercantum dalam satu bab tersendiri, yaitu Bab Informasi yang Dikecualikan. Informasi yang Dikecualikan dalam UU KIP di atas meliputi bidang pertahanan, keamanan,intelijen, sandi negara, keuangan/perbankan, pribadi, perlindungan bagi penegak hukum, dan lain-lain.
Memang benar informasi yang dikecualikan tersebut tidak disebut secara eksplisit sebagai rahasia negara dan juga tetap dapat dibuka, tetapi pembukaannya harus dengan izin presiden atas permintaan penegak hukum seperti Polri,Mahkamah Agung, KejaksaanAgung,atau lembaga negara penegak hukum lain semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kesemuanya ini toh hanya mungkin dilakukan dalam konteks untuk proses peradilan semata. Dalam konteks dan perspektif ini maka sebenarnya apa yang disebut dengan Rahasia Negara itu sudah cukup diatur dalam berbagai undang-undang secara berserakan.Jadi,urgensi dan relevansi RUU RN itu tidak cukup tinggi baik secara legislasi maupun substansinya.
Pasalnya, sekali lagi,materinya sudah diatur dalam banyak undang-undang. Pertanyaannya, apakah RUU RN ini akan mengumpulkan berbagai materi rahasia negara yang terdapat dalam banyak undang-undang tersebut menjadi satu dalam UU RN ini atau undang-undang yang akan dibahas bersama ini akan menambah lagi materi atau daftar dari apa yang disebut sebagai rahasia negara?
Jika pilihannya yang pertama, tentu tidak ada salahnya. Dengan dikumpulkan secara kompilatif dalam satu undang-undang yang nantinya disebut UU Rahasia Negara, tentu aturan-aturan tentang rahasia negara akan mudah dipahami semua pihak dan kepastian hukumnya akan lebih jelas dan terang, serta tidak eksesif seperti pasal karet.
Tetapi kalau UU RN ini cuma kompilatif dan ini tadi saya katakan tidak ada salahnya, maka pertanyaan berikutnya adalah apakah pembahasannya cukup relevan dengan seruan efisiensi yang didengungdengungkan akhir-akhir ini? Bukankah pembahasan RUU yang materinya sudah diatur dalam undangundang yang sudah ada (existing laws) semacam ini merupakan salah satu bentuk pemborosan waktu, energi,dan keuangan negara?
Berbeda kalau alasan pembentukannya adalah untuk menambah lagi daftar apa yang disebut dengan rahasia negara.Dalam perspektif legislasi dapatlah sepenuhnya dipahami, tetapi dari perspektif keterbukaan informasi seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28F, itu tentu mengandung anakronisme.
Pasalnya, negara yang baik adalah negara yang makin transparan dengan sedikit saja rahasia. Semakinotoritersuatunegara,pastilah negara itu akan semakin tertutup dan banyak rahasia. Sesuatu yang dirahasiakan biasanya justru mengandung misteri dan mengundang rasa ingin tahu.Ini akan menyuburkan isu, gosip, dan intrik politik. Ini sama sekali tidak positif!
Memang, rahasia negara itu ada dan harus dilindungi, terutama menyangkut bidang intelijen untuk pertahanan dan keamanan nasional.Tetapi ini pun sifatnya adalah temporer,tidak permanen. Ironisnya, setelah kita membaca RUU RN,hal-hal tersebut tidak ada di dalamnya.RUU ini tidak menambah daftar rahasia negara atau mengompilasi rahasia-rahasia negara sebagaimana yang diatur dalam banyak undang- undang yang telah ada.
Alihalih, RUU ini justru berisi pembentukan Dewan Rahasia Negara dan pemberian kewenangan kepada dewan tersebut dan kepada lembagalembaga negara tertentu untuk merumuskan apa yang disebut dengan rahasia negara. Kalau RUU ini nanti disahkan secara utuh sesuai dengan usulan pemerintah, undang-undang ini nanti bukannya memberikan kepastian terhadap apa yang disebut dengan rahasia negara.
Rahasia negara akan didefinisikan oleh Dewan Rahasia Negara dan lembaga- lembaga negara tertentu.Perlu dicermati bahwa keanggotaan Dewan Rahasia Negara terdiri atas menterimenteri, Panglima TNI,dan Kapolri,di bawah pimpinan Menteri Pertahanan, tanpa sama sekali ada wakil masyarakat. Dengan kata lain, apa saja yang nanti disebut dengan rahasia negara itu nanti akan ditentukan oleh Dewan Rahasia Negara ini!
Sebab,RUU ini hanya berisi pendelegasian kewenangan kepada DRN untuk menentukan apa saja yang disebut dengan rahasia negara. Betapa hebatnya,betapa mundurnya! Mestinya,kalau undang-undang ini memang harus ada, undang-undang inilah yang berhak mendefinisikan dan menentukan apa rahasia negara itu!
Bukan menyerahkan kepada badan atau lembaga negara,apalagi badan pemerintah! Kalau demikian yang terjadi, ini namanya bukan progresif, melainkan setback! Habis UU KIP terbitlah UU RN, alias“habis terbuka terbitlah rahasia”! Tabik,Tuan! (*)
Hajriyanto Y Thohari
Anggota Komisi I Bidang Pertahanan dan Intelijen DPR
Mahalnya harga kebutuhan pokok sekarang ini, bukan saja semakin
menyengsarakan rakyat miskin yang sudah akrab dengan kemelaratan,
tetapi juga golongan kelas menengah sudah mulai terasa dan sudah
mulai mengencangkan ikat pinggang. Kenaikan gaji tidak seimbang
dengan harga yang semakin menggila dan semakin mencekek leher,
terkecuali gaji para anggota DPR maupun gaji Hakim yang dinaikan
300% atau para jaksa yang sering mendapatkan Angpauw milyaran Rp.
Walaupun demikian ini semuanya baru awal dari penderitaan yang
semakin berkepanjangan, bahkan diprediksikan dalam jangka waktu
tidak lama lagi akan terjadi wabah kelaparan diseluruh dunia !
Tidak bisa dipungkiri hampir setengah umat manusia di kolong langit
ini makanan pokoknya adalah beras. Harga beras di pasaran dunia
pada bulan Januari 2007 per ton masih US$ 318 sekarang sudah
menyentuh US$ 750 dan diprediksikan dalam jangka waktu beberapa
bulan saja akan mencapai level US$ 1.000. Harga gandum pun tidak
beda dengan beras dalam jangka waktu satu tahun dari harga US$ 208,–
menjadi US$ 800 per ton. Begitu juga dengan harga jagung yang telah
naik menjadi tiga kali lipat.
Maka dari itu tidaklah heran apabila di negara-negara seperti Haiti,
Filippina, Pantai Gading, Ethiopia, Mesir, Kamerun rakyat sudah
mulai protes turun kejalanan secara besar-besaran, bahkan di Haiti
telah menimbulkan korban nyawa para demonstran. Apabila perut lapar;
pasti akan demo, masalahnya lebih baik mati ditembak dari mati
kelaparan.
Keadaan harga pangan di dunia ini akan semakin meningkat. Perlu Anda
ketahui bahwa secara global hanya “tujuh persen” saja dari hasil
panen beras yang dijual ke pasar dunia. Pasokan inipun akan menjadi
lebih menciut dan berkurang lagi, sebab produsen beras seperti
China, India maupun Vietnam sudah membatasi export beras mereka.
Misalnya China & India telah melarang export beras demi kebutuhan
dalam negeri sendiri. Vietnam sendiri mengalami gangguan panen tahun
ini. Sedangkan kebutuhan beras semakin meningkat, misalnya Korea
Utara saja membutuhkan sekitar 400 ton beras per tahunnya yang
mereka import dari China, tetapi dari mana mereka bisa dapatkan
beras apabila tidak ada lagi pasokan dari China atau pasar dunia ?
Aneh tapi nyata, ratusan juta umat manusia di dunia ini mengalami
kelaparan, karena harga pangan yang mencekek leher, tetapi
kebalikannya di negara-negara makmur seperti Eropa dan Amerika;
mereka bahkan menghambur-hamburka n dengan cara membakar bahan pangan
secara begitu saja. Bukannya untuk makanan manusia ataupun hewan
melainkan untuk dijadikan bahan bakar atau untuk mengisi tangki
mobil mereka.
Bahan pangan tersebut dijadikan bahan bakar bio yang ramah
lingkungan. Terutama karena harga pasaran minyak dunia lebih mahal
daripada harga pangan, disamping itu dengan alasan demi mengurangi
pemanasan global. Apakah Anda tahu bahwa lebih dari 100 juta ton
gandum maupun jagung per tahunnya diolah menjadi bahan bakar
Ethanol/Bio Diesel !
Hal inilah yang meningkatkan harga pangan dunia dan semakin
berkurangnya pangan di pasaran dunia. Oleh sebab itu apabila mereka
tidak merubah atau membekukan politik bahan bakar bio ini, maka
sudah bisa dipastikan satu milyar orang akan kelaparan yang pada
akhirnya akan mengancam demokrasi secara global. Tapi tanya saja
sama bule: “Mana yang lebih penting dan lebih menjadi perhatian
mereka, harga bahan bakar yang murah ataukah orang yang kelaparan di
Afrika & Asia?”
Apakah di Indonesia beda ? Tiap orang bisa meng-Amin-kannya bahwa
Indonesia adalah negara yang kaya, menurut Koes Ploes: “Orang bilang
tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, tetapi
kenapa banyak bayi yang busung kelaparan dan rakyatnya makan nasi
aking? Para pelaku pasar baca tengkulak itulah yang memeras kaum
tani, sehingga mereka enggan bersawah lagi. Harga beras dipasaran
dunia naik meroket naik setinggi langit, tetapi Bulog bahkan menekan
harga gabah dari Rp. 2000/kg menjadi Rp. 1800/kg dengan alasan
kualitasnya buruk.
Para petani kita memiliki lahan pada umumnya kurang dari 0,4 hektar
sehingga penghasilan bersih mereka tidak pernah bisa melampaui Rp
200 ribu per bulan, begitu juga dengan catatan kalau panen mereka
tidak dirusak oleh hama, kemarau ataupun banjir. Dalam situasi
seperti itu apakah Anda masih bersedia untuk bertani ataukah lebih
baik jadi TKI? Hal inilah yang membuat Indonesia menjadi semakin
terpuruk dan semakin tidak mandiri dan akan selalu tergantung dari
beras import.

Banyak orang di berbagai penjuru dunia yang berusaha menggapai mimpi Amerika. Salah seorang yang berhasil merengkuhnya adalah warga negara Indonesia. Dia bernama Nelson Tansu. Di AS, dia termasuk ilmuwan ternama dengan tiga hak paten di tangannya.
| NAMA lengkapnya adalah Prof Nelson Tansu PhD. Setahun lalu, ketika baru berusia 25 tahun, dia diangkat menjadi guru besar (profesor) di Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA. Usia yang tergolong sangat belia dengan statusnya tersebut.
Kini, ketika usianya menginjak 26 tahun, Nelson tercatat sebagai profesor termuda di universitas bergengsi wilayah East Coast, Negeri Paman Sam, itu. Sebagai dosen muda, para mahasiswa dan bimbingannya justru rata-rata sudah berumur. Sebab, dia mengajar tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral. Prestasi dan reputasi Nelson cukup berkibar di kalangan akademisi AS. Puluhan hasil risetnya dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional. Dia sering diundang menjadi pembicara utama dan penceramah di berbagai seminar. Paling sering terutama menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan intelektual, konferensi, dan seminar di Washington DC. Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS. Bahkan, dia sering pergi ke mancanegara seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan diAS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Di tengah kesibukannya melakukan riset-riset lainnya, dua buku Nelson sedang dalam proses penerbitan. Bukan main. Kedua buku tersebut merupakan buku teks (buku wajib pegangan, Red) bagi mahasiswa S-1 di Negeri Paman Sam. Karena itu, Indonesia layak bangga atas prestasi anak bangsa di negeri rantau tersebut. Lajang kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, itu sampaisekarang masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Kendati belumsatu dekade di AS, prestasinya sudah segudang. Ke mana pun dirinya pergi, setiap ditanya orang, Nelson selalu mengenalkan diri sebagaiorang Indonesia. Sikap Nelson itu sangat membanggakan di tengah banyak tokoh kita yang malu mengakui Indonesia sebagai tanah kelahirannya. “Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan, saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya, serius. Di Negeri Paman Sam, kecintaan Nelson terhadap negerinya yang dicapsebagai terkorup di Asia tersebut dikonkretkan dengan memperlihatkanketekunan serta prestasi kerjanya sebagai anak bangsa. Saat berbicara soal Indonesia, mimik pemuda itu terlihat sungguh-sungguh dan jauh dari “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras,” kata Nelson menjawab koran ini. Dia adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan. Posisi resmi Nelson di Lehigh University adalah assistant professor di bidang electrical and computer engineering. Di AS, itu merupakan gelar untuk guru besar baru di perguruan tinggi. “Walaupun saya adalah profesor di jurusan electrical and computer engineering, riset saya sebenarnya lebih condong ke arah fisika terapan dan quantum electronics,” jelasnya. Sebagai cendekiawan muda, dia menjalani kehidupannya dengan tiada hari tanpa membaca, menulis, serta melakukan riset. Tentunya, dia juga menyiapkan materi serta bahan kuliah bagi para mahasiswanya. Kesibukannya tersebut, jika meminjam istilah di Amerika, bertumpu pada tiga hal. Yakni, learning, teaching, and researching. Boleh jadi, tak ada waktu sedikit pun yang dilalui Nelson dengan santai. Di sana, 24 jam sehari dilaluinya dengan segala aktivitas ilmiah. Waktu yang tersisa tak lebih dari istirahat tidur 4-5 jam per hari. Anak muda itu memang enak diajak mengobrol. Idealismenya berkobar-kobardan penuh semangat. Layaknya profesor Amerika, sosok Nelson sangat bersahaja dan bahkan suka merendah. Busana kesehariannya juga tak aneh-aneh, yakni mengenakan kemeja berkerah dan pantalon. Sekilas, dia terkesan pendiam. Pengetahuan dan bobotnya sering tersembunyi di balik penampilannya yang seperti tak suka bicara. Tapi, ketika dia mengajar atau berbicara di konferensi para intelektual, jati diri akademisi Nelson tampak. Lingkungan akademisi, riset, dan kampus memang menjadi dunianya. Dia selalu peduli pada kepentingan serta dahaga pengetahuan para mahasiswanya di kampus. Ada yang menarik di sini. Karena tampangnya yang sangat belia, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, “Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah,” ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya. September hingga Desember atau semester Fall 2004, jadwal mengajar Nelson sudah menanti lagi. Selama semester itu, dia akan mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology. “Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini,” jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus. Nelson termasuk individu yang sukses menggapai mimpi Amerika (American dream). Banyak imigran dan perantau yang mengadu nasib di negeri itu dengan segala persaingannya yang superketat. Di Negeri Paman Sam tersebut, ada cerita sukses seperti aktor yang kini menjadi Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang sebenarnya adalah imigran asal Austria. Kemudian, dalam Kabinet George Walker Bush sekarang juga ada imigrannya, yakni Menteri Tenaga Kerja Elaine L. Chao. Imigran asal Taipei tersebut merupakan wanita pertama Asian-American yang menjadi menteri selama sejarah AS. Negara Superpower tersebut juga sangat baik menempa bakat serta intelektual Nelson. Lulusan SMA Sutomo 1 Medan itu tiba di AS pada Juli 1995. Di sana, dia menamatkan seluruh pendidikannya mulai S-1 hingga S-3 di University of Wisconsin di Madison. Nelson menyelesaikan pendidikan S-1 di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics. Sedangkan untuk PhD, dia mengambil bidang electrical engineering. Dari seluruh perjalanan hidup dan karirnya, Nelson mengaku bahwa semua suksesnya itu tak lepas dari dukungan keluarganya. Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpengaruh, dia cepat menyebut kedua orang tuanya dan kakeknya. “Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali,” ujarnya. Ada kisah menarik di situ. Ketika masih sekolah dasar, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya. Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut. “Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yangsuka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu,” ungkapnya. Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat sertadisiplin belajarnya. “Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik,namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam Sisihkan 300 Doktor AS, tapi Tetap Rendah Hati Nelson Tansu menjadi fisikawan ternama di Amerika. Tapi, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar belia itu berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson ada hubungan famili dengan mantan PM Turki Tansu Ciller. Benarkah? NAMA Nelson Tansu memang cukup unik. Sekilas, sama sekali nama itu tidak mengindikasikan identitas etnis, ras, atau asal negeri tertentu. Karena itu, di Negeri Paman Sam, banyak yang keliru membaca, mengetahui, atau berkenalan dengan profesor belia tersebut. Malah ada yang menduga bahwa dia adalah orang Turki. Dugaan itu muncul jika dikaitkan dengan hubungan famili Tansu Ciller, mantan perdana menteri (PM) Turki. Beberapa netters malah tidak segan-segan mencantumkan nama dan kiprah Nelson ke dalam website Turki. Seolah-olah Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia “kembali” mengajar di Jepang. Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu. Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak professor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan jarang-jarang memang asal Indonesia. Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya. “Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,”jelas Nelson. Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika lahir, Nelson sudah diberi nama belakang “Tansu”, sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu. “Saya suka dengan nama Tansu, kok,”kata Nelson dengan nada bangga. Nelson adalah pemuda mandiri. Semangatnya tinggi, tekun, visioner, dan selalu mematok standar tertinggi dalam kiprah riset dan dunia akademisinya. Orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya? Berkat keringat dan prestasi Nelson sendiri. Kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas. “Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas,” katanya. Orang seperti Nelson dengan prestasi akademik tertinggi memang tak sulit memenangi berbagai beasiswa. Jika dihitung-hitung, lusinan penghargaan dan anugerah beasiswa yang pernah dia raih selama ini di AS. Menjadi profesor di Negeri Paman Sam memang sudah menjadi cita-cita dia sejak lama. Walau demikian, posisi assistant professor (profesor muda, Red) tak pernah terbayangkannya bisa diraih pada usia 25 tahun. Coba bandingkan dengan lingkungan keluarga atau masyarakat di Indonesia, umumnya apa yang didapat pemuda 25 tahun? Bahkan, di AS yang negeri supermaju pun reputasi Nelson bukan fenomena umum. Bayangkan, pada usia semuda itu, dia menyandang status guru besar. Sehari-hari dia mengajar program master, doktor, dan bahkan post doctoral. Yang prestisius bagi seorang ilmuwan, ada tiga riset Nelson Tapi, bukan Nelson Tansu namanya jika tidak santun dan merendah. Cita-citanya mulia sekali. Dia akan tetap melakukan riset-riset yang hasilnya bermanfaat buat kemanusian dan dunia. Sebagai profesor di AS, dia seperti meniti jalan suci mewujudkan idealisme tersebut. Ketika mendengar pengakuan cita-cita sejatinya, siapa pun pasti akan terperanjat. Cukup fenomenal. “Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil,” ujarnya dengan mimik serius. Tapi, orang bakal mahfum jika melihat sejarah hidupnya. Ketika usia SD,Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata sudah diakrabi Nelson cilik. “Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu,” jelas Nelson penuh kagum. Nelson jadi profesor muda di Lehigh University sejak awal 2003. Untuk bidang teknik dan fisika, universitas itu termasuk unggulan dan papan atas di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Untuk menjadi profesor di Lehigh, Nelson terlebih dahulu menyisihkan 300 doktor yang resume (CV)-nya juga hebat-hebat. “Seleksinya ketat sekali, sedangkan posisi yang diperebutkan hanya satu,” ujarnya. Lelaki penggemar buah-buahan dan masakan Padang itu mengaku lega dan beruntung karena dirinya yang terpilih. Menurut Nelson, dari segi gaji dan materi, menjadi profesor di kampus top seperti yang dia alami sekarang sudah cukup lumayan. Berapa sih lumayannya? “Sangat bersainglah. Gaji profesor di universitas private terkemuka di Amerika Serikat adalah sangat kompetitif dibandingkan dengan gaji industri. Jadi, cukup baguslah, he…he…he…,” katanya, menyelipkan senyum. Riwayat hidup dan reputasinya memang wow. Nelson sempat menjadi incaran dan malah “rebutan” kalangan universitas AS dan mancanegara. Ada yang menawari jabatan associate professor yang lebih tinggi daripada yang dia sandang sekarang (assistant professor). Ada pula yang menawari gaji dan fasilitas yang lebih heboh daripada Lehigh University. Tawaran-tawaran menggiurkan itu datang dari AS, Kanada, Jerman, dan Taiwan serta berasal dari kampus-kampus top. Semua datang sebelum maupun sesudah Nelson resmi mengajar di Lehigh University. Tapi, segalanya lewat begitu saja. Nelson memilih konsisten, loyal, dan komit dengan universitas di Pennsylvania itu. Tapi, tentu ada pertimbangan khusus yang lain. “Saya memilih ini karena Lehigh memberikan dana research yang sangat signifikan untuk bidang saya, semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Lehigh juga memiliki leaderships yang sangat kuat dan ambisinya tinggi menaikkan reputasinya dengan memiliki para profesor paling berpotensi dan ternama untuk melakukan riset berkelas dunia,” papar pengagum John Bardeen, fisikawan pemenang Nobel, itu. Perusahaan-perusahaan industri Amerika juga menaruh minat dan mengiming-imingi Nelson dengan gaji dan fasilitas menggiurkan. Itu pun dia tampik. “Bukan apa-apa. Saya memang tidak tertarik untuk masuk ke industri. Seperti saya bilang tadi, profesor sudah cita-cita saya. Lagi pula, kompensasi finansial yang diberikan Lehigh memang sudah bagus banget dan saya happy,” tuturnya. Nelson tinggal di sebuah apartemen yang tak jauh dari kampusnya mengajar. Dia tinggal sendiri. Karena itu, semua urusan rumah dan segala keperluannya dilakukan sendiri. Ditanya soal pacar, Nelson tersipu-sipu dan mengaku belum punya.Padahal, secara fisik, dengan tinggi 173 cm, berat 67 kg, dan wajah yang cakep khas Asia, Nelson mestinya gampang menggaet (atau malah digaet) cewek Amerika. Banyak kriteria kah? “Ha…ha…ha…. Pertama, saya ini nggak ganteng ya. Tapi, begini, mungkin karena memang belum ketemu yang cocok dan jodoh saja. Saya sih, kalau bisa, ya dengan orang Indonesia-lah. Saya sih nggak melihat orang berdasarkan kriteria macem-macem. Yang penting orangnya baik, pintar, Nelson hampir tiap tahun pulang ke Medan, bertemu orang tuanya dan teman-teman lamanya. Pemilik email tansu@lehigh.edu dan alamat alamat website http://www3.lehigh.edu/engineering/ece/tansu.asp itu dengan segudang prestasi dan reputasinya memang membanggakan Indonesia. Menumpang Nelson Tansu Ada lagi ilmuwan muda asal Indonesia yang berhasil di AS. Dia adalah Nelson Tansu. Usianya baru 26 tahun. Masih muda. Namun, dia sudah menjadi profesor di Universitas Lehigh, Pennsylvania. Anak muda itu berasal dari Medan. Kita bangga terhadap Nelson. Bukan hanya disebabkan dia yang berusia masih sangat muda itu sudah diakui keilmuannya di negeri raksasa iptek (AS). Melainkan, melalui dia, kita ingin menumpang kampanye. Agar, dia menjadi salah satu sumber inspirasi moral bahwa negeri ini masih genah. Apalagi, menurut laporan koran ini dari AS, Nelson masih memegang paspor cap garuda. Dia masih cinta dan bangga dengan Indonesia. Meskipun,dengan satu dekade tinggal di AS dan dengan prestasi yang cemerlang itu, sesungguhnya dia bisa mudah menjadi warga negara AS. Kita ingin menumpang prestasi Nelson agar turut mencerahkan pikiran orang asing bahwa Indonesia tidak hanya gelap gulita. Bahwa negeri ini tak hanya identik dengan gudang koruptor. Indonesia masih mempunyai anak negeri yang memiliki kemampuan intelektual yang sejajar, bahkan lebih tinggi daripada anak negeri lain. Nelson sudah membuktikan kemampuan tersebut.Dia juga diharapkan bisa sedikit menghapus anggapan buruk orang asing yang sarat stigma serta prasangka. Sebab, ternyata negeri ini bukan merupakan sarang teroris yang begitu gampang meledakkan bom. Kemampuan dan penguasaan ilmu yang tinggi memang sering bisa sangat berperan mengangkat prestasi serta prestise bangsa dan suatu negeri. Sebab, ilmu merupakan salah satu instrumen eksplorasi perabadan dan kebudayaan. Sehingga, dengan itu, suatu bangsa dan negeri akan cepat menggapai kemajuan sosial. Karena itu, negeri-negeri tempat ilmuwan besar dilahirkan dan selama hidupnya mengabdikan ilmunya untuk orang banyak serta kemajuan sosial sering identik dengan negeri-negeri industri maju. Misalnya, AS, Prancis, Inggris, dan Jepang identik dengan negara iptek karena banyak melahirkan ilmuwan besar yang semasa hidupnya mengabdikan ilmunya untuk kemajuan negerinya. Seharusnya, Nelson dengan ilmunya juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsanya. Tetapi, karena negeri ini tidak kondusif bagi pengembangan iptek, orang-orang muda seperti Nelson harus hijrah atau menetap di negeri orang. Tinggal di AS. Negeri yang memberikan lahan subur bagi pengembangan ilmunya. Seharusnya pula, dengan prestasi Nelson secemerlang itu, banyak perguruan tinggi besar di sini yang mau memanggil dirinya untuk pulang kampung. Lalu, dia diberi lahan garapan agar ilmu yang dimilikinya segera bisa bermanfaat bagi bangsa serta anak-anak negeri yang masih ketinggalan jauh. Tetapi, perguruan tinggi mana yang sanggup memulangkan Nelson? Selain tidak memiliki sarana yang memadai untuk memberikan tempat bagi dia, lembaga tersebut tidak mampu memberikan isentif yang setara dengan kemampuannya. Persoalannya ada pada perspektif itu. Di satu pihak, ternyata bangsa ini bisa melahirkan anak-anaknya yang berotak cemerlang. Namun, di pihak lain, karena kemiskinan dan keterbelakangan yang masih luas, ketika anak-anak yang cemerlang tersebut lahir, mereka tak betah bertahan di negerinya. Karena itu, yang bisa diperbuat adalah menumpang prestasi cemerlang si anak bangsa. |
Cryptography atau dalam bahasa Indonesianya ilmu persandian bukan ilmu yang eksklusif lagi, dirahasiakan, harus diajarkan kepada orang yang punya akses sandi, dsbnya. Bahkan di Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Indonesia, cryptography atau ilmu persandian sebagai mata pelajaran tambahan atau suplemen untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa S2-nya. Anda dapat melihat dan download artikel selengkapnya di http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-Keamanan-Sistem-Informasi/2005/124/124P-04-final2.0-Cryptography.pdf
AnakDugem
Fitur: 300mb Storage Space, 5GB Transfer per month, 5 MySQL databases, 20 subdomain, 20 parked domains, 20 add-on domains, 1 FTP Account, CPanel, Fantastico
Daftar: http://suggestionsite.com/ipanel/order/
ServerMerdeka
Fitur: 20MB space, domain / subdomain, cpanel, fantastico, webmail / pop3, biaya setup Rp 20.000,-
Daftar: http://servermerdeka.com/core/hosting.daftar.php
OrgFree
Fitur: Unmetered traffic, 200 MB Webspace, PHP 4.4.2 with GD2 library and Zend Optimizer, MySQL 4.0.26 support, Php mail() enabled, SSI Support (Server Side Includes – .shtml), Free Subdomain – yourchoice.orgfree.com, phpMyAdmin, FTP, Advanced Control Panel
Daftar: http://orgfree.com/
AGigForFree
Fitur: 1GB of Storage, 10GB of Transfer, cPanel v10, Fantastico, unlimited MySQL
Daftar: http://www.agigforfree.com/
500FreeHosting
Fitur: 500MB space, 50GB bandwidth, host 10 domain / 100 subdomain, FTP, Cpanel, CGI, PHP, 5 MySQL database, phpMyAdmin, Perl, Fantastico
Daftar: http://www.500hosting.com/signup.htm
Community.Web.Id
Fitur: 100MB space, 1GB bandwidth, host 10 domain, Cpanel, Fantastico, 10 MySQL database, PHP
Daftar: http://www.community.web.id/billing
PHPNet.Us
Fitur: 300MB space, 80GB bandwidth, Control panel, MySQL, PHP, FTP, free sub domain (you.phpnet.us)
Daftar: http://phpnet.us/signup.php
Untuk yg tidak keberatan mengeluarkan sedikit dana, ada satu webhosting lokal yg kebetulan saya kenal baik pemiliknya, yaitu NicSpace. Fitur yg ditawarkan, untuk paket standard, adalah 200MB space, unlimited bandwidth, unlimited MySQL, PHP, Cpanel, Fantastico, dan SSL certificate. Biayanya adalah 10rb per bulan. Ada juga paket pro berbiaya 25rb/bln dengan kapasitas hard disk yg lebih besar, 500MB. Jika berminat, bisa daftar di sini (bukan affiliate link kok)
Ada berbagai macam definisi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia yang diakui oleh semua departemen dan instansi pemerintah, serta swasta di Indonesia. Beberapa definisi yang digunakan oleh departemen dan instansi yanglain berdasarkan pada nilai aset atau omset (penjualan). Misalnya, Kementerian Negara Kooperasi dan UKM mendefinisikan usaha kecil menengah sebagai berikut: (a) usaha dengan hasil penjualan sampai dengan Rp. 1 milyar digolongkan dalam usaha kecil, dan (b) usaha dengan hasil penjualan antara Rp.1-50 milyar digolongkan dalam usaha menengah. Kontras dengan hal ini, Badan Pusat Statistik mendefinisikan UKM berdasarkan besarnya jumlah tenaga kerja. Saat ini, hanya Badan Pusat Statistik yang membuat perbedaan sistematis tentangusaha rumah tangga (cottage), usaha kecil, menengah dan besar berdasarkan jumlah tenaga kerja. Dalam kaitannya dengan Teknologi Informasi dalam UKM, sampai saat ini belum ada acuan yang jelas berapa banyak jumlah tenaga kerja TI yang dipekerjakan, malahan sebagian besar UKM di Indonesia tidak memilikidivisi khusus untuk TI. Melihat dari lingkup UKM, sumber dayanya baik sumber daya manusia maupun infrastruktur TI dan biaya, ada beberapa aplikasi kriptografi yang mungkin diterapkan dalam lingkungan UKM. Untuk UKM yang telah memiliki divisi TI sendiri, penerapan aplikasi kriptografi ini akan lebih murah dan mudah. Aplikasi-aplikasi kriptografi yang dapat diterapkan antara lain enkripsi pada password, file, dan email. Pengguna diberikan ID dan password untuk mengakses sistem yang ada. Password dienkripsi untuk mencegah terjadinya akses ilegal terhadap sistem misalnya pencurian data-data penting oleh mereka yang tidak berhak. Demikian juga enkripsi pada file-file penting dapat dilakukan (misalnya file yang berisi data keuangan). Metode enkripsi yang digunakan dapat berbentuk enkripsi kunci simetris, misalnya menggunakan algoritma DES, RSA, dll. Untuk mendapatkan algoritma enkripisi ini tidak dibutuhkan biaya karena telah dipublikasikan secara umum. Biaya yang dibutuhkan hanyalah biaya pengembangan dan biasanya biaya ini tidak terlalu besar jika pengembangannya dilakukan sendiri oleh divisi TI yang dimiliki UKM (in house development). Jika dibutuhkan mekanisme enkripsi password lain yang lebih aman sesuai dengan kebutuhan keamanan data yang lebih tinggi dalam UKM dapat digunakan mekanisme One Time Password untuk menggantikan mekanisme password statis. Keunggulan dari mekanisme One Time Password dimana password hanya digunakan satu kali saja setiap pengguna akan log on ke dalam sistem ini adalah walaupun penyerang berhasil mendapatkan password namun ia tidak dapat menggunakannya lagi untuk melakukan akses terhadap sistem. Teknik enkripsi yang dapat digunakan untuk mekanisme ini adalah teknik-teknik enkripsi simetris/ kunci rahasia. Banyak algoritma yang dapat digunakan untuk mengenkripsi password misalnya DES, AES, Blowfish, RC6, dll. Sekali lagi yang dibutuhkandisini adalah sumber daya manusia yang mampu untuk mengimplementasikanalgoritma ini.
Aplikasi kriptografi lain yang dapat diimplementasikan dalam UKMadalah enkripsi email. Enkripsi email dibutuhkan untuk melindungi surat-suratpenting yang akan dikirim dari maupun keluar UKM. Misalnya saja pengirimandata-data laporan rugi laba UKM kepada pihak penagih pajak maupun pengirimansurat-surat berharga lainnya. Untuk mengimplementasikan enkripsi email iniUKM harus sudah terkoneksi Internet. Aplikasi enkripsi email yang dapatdiadopsi misalnya Pretty Good Privacy (PGP) yang dapat diperoleh secara gratis. Selain mengenkripsi email, PGP juga dapat digunakan untuk tanda tangan digitaljika dibutuhkan level keamanan yang lebih tinggi. Salah satu aplikasi PGP yang dapat diperoleh secara gratis dari situsnya www.gnupg.org adalah GnuPG. GnuPG menggunakan konsep kunci publik untuk diterapkan dalam enkripsi email maupun tanda tangan digital. Pembuatan kunci dalam GnuPG menggunakan perintah: gpg –gen-key dengan perintah tersebut pasangan kunci (secret dan public key) dibuat.
Pembuatan kunci dapat menggunakan algoritma DSA maupun ElGamal.Kemudian ditentukan panjang kunci yang akan dibuat. Yang harus dipertimbangkan dalam menentukan panjang kunci ini adalah seseorang harus memilih antar aspek kerahasiaan dan waktu yang diperhitungkan. Jika kunci semakin panjang resiko untuk meng-crack pesan akan menurun. Tetapi dengan kunci yang lebih besar waktu kalkulasinya juga bertambah. Panjang kunci minimal pada GnuPG adalah 768 bit. Beberapa orang berpendapat seseorang harus memiliki ukuran kunci 2048 bit (dimana sekarang ini merupakan panjang maksimal pada GnuPG). Untuk DSA 1024 bit adalah ukuran yang standar. Kemudian user akan diminta memasukkan nama, komentar, alamat email dan password. Password ini digunakan agar dapat menggunakan fungsionalitas yang dimiliki kunci rahasia. Setelah semua data dimasukkan sistem mulai menggenerate kunci. Proses ini membutuhkan waktu beberapa lama. Untuk mengekspor kunci publik digunakan perintah:gpg –export [UID].Jika tidak ada UID maka semua kunci yang ada akan diekspor. Output defaultnya akan diset ke stdout. Orang lain dapat menghubungi seseorang secara aman dengan kunci publik ini. Mem-publish kunci dapat dilakukan dengan mempublishnya pada homepage sendiri, dengan finger, melalui server kunci seperti http://www.pca.dfn.de/dfnpca/pgpkserv/ atau metode-metode lainnya. Saatmenerima kunci publik dari orang lain harus dilakukan penambahan data kebasisdata kunci. Untuk mengimpor ke basisdata digunakan perintah: gpg –import [Filename]
Sekali sebuah kunci diimpor harus dilakukan validasi. GnuPG menggunakanmodel kepercayaan yang handal dan fleksibel yang tidak membutuhkan seseoranguntuk secara personal memvalidasi setiap kunci yang diimpor. Tetapi beberapakunci mungkin harus divalidasi secara personal. Sebuah kunci divalidasi dengan memverifikasi fingerprint kunci dan kemudian menandatangani kunci untuk mensertifikasinya sebagai kunci yang valid. Sebuah fingerprint kunci dapat dilihat dengan cepat menggunakan perintah gpg –fingerprinttetapi untuk dapat mensertifikasi kunci harus mengeditnya terlebih dahulu dengan perintah gpg -edit-key UID. User dapat menarik/mencabut kembali kuncinya untuk beberapa alasan.Misalnya kunci rahasia telah dicuri atau menjadi tersedia untuk orang yang salah, UID telah berubah, kunci tidak cukup panjang lagi, dll. Perintah untuk menarik kunci kembali adalah:gpg –gen-revoke. Proses ini membuat sebuah revoke certificate. Jika user melupakan passphrasenya atau jika kunci privat telah diketahui orang lain atau hilang, sertifikat ini dapat dipublikasikan untuk memberitahukan orang lain bahwa kunci publik tidak dapat digunakan kembali. Kunci publik yang ditarik kembali tetap dapat digunakan untuk memverifikasi tanda tangan yang dibuat di masa lalu, tetapi tidak dapat digunakan lagi untuk mengenkripsi pesan. Juga berdampak pada kemampuan untuk mendekrip pesan yang dikirimkan kepadanya di masa lalu jika user tetap memiliki akses ke kunci privat.
Konsep yang sangat penting dalam penggunaan kunci publik ini adalah secret key/private key harus tetap dirahasiakan dan tidak boleh diberikan ataudimiliki oleh orang lain selain pemilik kunci ini. Untuk mencegah orang lainmemiliki kunci privat ini, kunci privat tidak boleh dikirimkan melalui Internet,juga tidak disarankan menggunakan kunci privat melalui telnet. Salah satu titikkelemahan dari algoritma kunci publik adalah penyebaran kunci publik. Seoranguser dapat membawa kunci publik dengan user ID yang salah pada sirkulasinya.Jika dengan kunci semacam ini sebuah pesan dibuat, intruder dapat mendekode dan membaca pesan. Jika intruder telah melakukannya kemudian dengan kunci publik yang asli dikodekan ke penerima yang sebenarnya, serangan ini tidak dapat dikenali. Solusi GnuPG juga melibatkan penanda tanganan kode. Kunci publik dapat ditandatangani oleh orang lain. Tanda tangan ini menyatakan bahwa kunci yang digunakan oleh UID (User Identification) sebenarnya milik orang yang mengklaimnya tersebut. Kemudian terserah kepada user GnuPG seberapa jauh kepercayaan yang terletak pada tanda tangan. Kunci dapat dianggap sebagai sesuatu yang terpercaya jika seseorang mempercayai pengirim kunci dan dapat diketahui dengan pasti bahwa kunci tersebut memang benar-benar milik orang tersebut. Hanya jika seseorang dapat mempercayai kunci dari penanda tangan, seseorang dapat mempercayai tanda tangan tersebut. Untuk menandatangani data dengan kunci sendiri, digunakan perintah: gpg -s (atau –sign) [Data].
Setelah melakukan konfigurasi kunci user dapat mulai mengenkripsi dan mendekripsi data. Saat mengenkripsi atau mendekripsi dimungkinkan untuk memiliki lebih dari satu kunci privat yang digunakan. Jika hal ini terjadi user harus memilih kunci mana yang aktif. Perintah untuk melakukan enkripsi adalah gpg –e Recipient [Data] atau gpg –encrypt Recipient [Data]. Untuk menghindari seseorang yang lain mengklaim menjadi user, sangat penting untuk menandatangani semua yang dienkripsi menggunakan mekanismepenandatanganan seperti yang dijelaskan diatas. Untuk mendekripsi data digunakan perintah: gpg [-d] [Data] atau gpg [--decrypt] [Data]. Untuk enkripsi email, beberapa program Email (MUA) mendukung GnuPG seperti Mozilla, Evolution, Pine, Kmail, Eudora, Mutt, exmh. Dengan menggunakan dukungan GnuPG dalam program mail, user dapat mendekrip pesan email yang dikirimkan kepadanya yang dienkripsi menggunakan kunci publiknya, dapat menandatangani pesan sehingga pihak yang menerima dapat yakin bahwa user memang benar-benar penulis pesan dan mengenkripsi email dengan kunci publik dari penerima.Secara umum mekanisme kriptografi dapat diterapkan pada UKM tanpa banyak membutuhkan modifikasi karena biasanya algoritma-algoritma enkripsi dapat diperoleh secara gratis dan mudah sehingga dapat dikembangkan/diimplementasikan sendiri sesuai dengan lingkungan dankebutuhan UKM. Pengembangan ini dapat dilakukan secara in house ,( jika UKM telah memiliki divisi TI sendiri) maupun outsource. Penerapan enkripsi ini tentunya memperhatikan aspek urgensi dari kerahasiaan data yang akan dienkripsi. Pemilihan teknik enkripsi dan apa yang akan dienkripsi disesuaikan dengan kebutuhan keamanan UKM tersebut.
Ilmu kriptografi atau ilmu persandian bukan menjadi ilmu yang eksklusif atau ilmu rahasia yang hanya boleh diajarkan pada orang yang mempunyai akses sandi..ilmu persandian bahkan sekarang diajarkan sebagai bahan ajar tambahan (suplemen) di Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer UI.Anda dapat melihat dan mendownload selengkapnya di http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-Keamanan-Sistem-Informasi/2005/124/124P-04-final2.0-Cryptography.pdf
Kemarin saya lihat acara berita di salah satu stasiun televisi swasta…diberitakan bahwa beberapa negara di dunia seperti Mesir, Kongo, dan beberapa negara berkembang lainnya, sedang mengalami krisis pangan…, Harga pangan dunia sedang melangit, Harga komoditas pangan dunia kian melangit, naik antara 75% dan 200%. Banyak pihak mengkhawatirkan krisis pangan menjelma menjadi krisis global terbesar abad ke-21. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengabarkan, krisis pangan akan menimpa 36 negara di dunia, termasuk Indonesia. Meski dicap sebagai negeri agraris, Indonesia sama sekali tidak menikmati lonjakan harga komoditas pangan dunia. Yang terjadi justru rakyat negeri ini makin tertekan.
Maklum, sebagian besar petani Indonesia memiliki lahan kurang dari 0,25 hektare (rata-rata nasional 0,36 hektare, dengan jumlah petani 48% dari total penduduk). Proporsi terbesar, antara lain, adalah buruh tani yang tidak berlahan. Kelompok petani berlahan sempit dan buruh tani itu justru akan menderita, karena sekitar 60% pendapatan mereka dibelanjakan untuk pangan.
Harga gabah di Tanah Air justru jeblok pada saat panen raya. Bila semula bisa mencapai Rp 2.800 per kilogram, kini berada di kisaran Rp 1.800-Rp 1.900 per kilo. Karena itu, tim pasca-panen juga melakukan sosialisasi bahwa pemkab siap memborong dan menampung gabah petani dengan harga sesuai patokan pemerintah. Juga memberikan saran agar petani menjual dalam bentuk gabah.
Ketika harga beras di dunia sedang melangit, harga gabah di sentra-sentra penghasil padi di Indonesia malah anjlok. Seperti diberitakan di media seluruh jagat, stok beras dunia akan mencapai titik terendah, sehingga mendorong harga mencapai level tertinggi selama 20 tahun terakhir.
Kepincut oleh prospek komoditas pangan dunia yang kian mahal, para konglomerat pun ikut rajin bercocok tanam. Salim Group, misalnya, berancang-ancang melakukan ekspansi ke sektor perkebunan tebu di Nusa Tenggara Barat. Setelah mengeduk untung di bisnis sawit penghasil CPO, Salim berniat menanam duit di lahan tebu. Rencananya, konglomerasi yang dinakhodai Anthony Salim itu mendirikan pabrik gula dan membuka perkebunan tebu seluas 120.000 hektare di lahan berstatus area peruntukan lain.
Tak hanya Salim Group yang mengepakkan sayap di bisnis agro. Kelompok perusahaan besar seperti Grup Bakrie, Medco, dan Wilmar juga menjajaki industri pemanis itu. Tiga konglomerat papan atas itu berniat mengembangkan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan pabrik gula dan etanol di Merauke, Papua. Diperkirakan, total investasinya di lahan seluas 300.000 hektare itu mencapai Rp 9 trilyun.
Kenaikan harga pangan yang berlangsung cepat bisa mendorong 100 juta orang di negara-negara miskin semakin menderita, demikian disampaikan kepala Bank Dunia Robert Zoellick.
Pernyataan ini disampaikan menyusul peringatan serupa yang dikemukakan pejabat senior Dana Moneter Internasional (IMF), yang mengatakan ratusan ribu orang bisa mengalami kelaparan akibat harga pangan yang terus membumbung tinggi.
Zoellick mengusulkan satu rencana aksi untuk meningkatkan produksi pertanian dalam jangka panjang.
Dalam beberapa waktu terakhir terjadi kerusuhan akibat tingginya harga pangan di sejumlah negara, termasuk di Haiti, Filipina, dan Mesir.
“Berdasarkan analisis kasar, kami memperkirakan kenaikan pangan sebesar 200 persen dalam tiga tahun bisa membuat 100 warga miskin di berbagai negara semakin menderita,” ujar Zoellick.
Proposal untuk mengatasi krisis pangan internasional ini didukung oleh panitia pengarah pertemuan menteri-menteri keuangan dan pembangunan di Washington.
Bank Dunia dan IMF menggelar pertemuan pada akhir pekan yang ditujukan untuk mengatasi kenaikan harga pangan dan energi dan juga krisis kredit yang mengganggu pasar keuangan global.
Kerusuhan di beberapa negara
|
Kenaikan harga pangan
Gandum : 130%
Kedelai : 87%
Beras : 74%
Jagung : 31%
Sumber : Bloomberg
|
Harga pangan naik tajam dalam beberapa bulan terakhir, disebabkan oleh tingginya permintaan dan cuaca buruk di beberapa negara penghasil pangan. Gangguan ini menyebabkan panen menurun.
Selain itu, lahan untuk menghasilkan bahan bakar bio juga makin meningkat.
Harga bahan pokok seperti gandum, beras, dan jagung semuanya naik, menyebabkan kenaikan pangan secara keseluruhan mencapai 83 persen dalam tiga tahun terakhir, kata Bank Dunia.
Kenaikan tajam harga pangan menyebabkan protes di banyak negara termasuk di Mesir, Pantai Gading, Ethiopia, Filipina, dan Indonesia.
Di Haiti, aksi protes pekan lalu berubah menjadi kerusuhan, menyebabkan lima orang tewas dan pemerintah harus mengundurkan diri.
Beberapa negara produsen pangan utama seperti India, Cina, Vietnam, dan Mesir telah memberlakukan pembatasan ekspor.
Kebijakan ini membuat beberapa negara pengimpor pangan terpukul, seperti Bangladesh, Filipina, dan Afghanistan.
“Kita harus memberikan bantuan dana kepada orang-orang yang kelaparan,” tegas Zoellick.
Dia menyerukan agar negara-negara miskin dan para petani kecil mendapatkan lebih banyak bantuan. Dia mengatakan Bank Dunia berupaya membantu para petani membeli benih untuk musim tanam mendatang.
Dia juga mendesak negara-negara kaya dengan cepat menutup kekurangan anggaran di organisasi PBB Program Pangan Dunia yang mencapai 500 juta dolar.
Duh..Duh…Krisis Pangan…10-20 tahun lagi kita makan apa ya?



